Definition of English Business
1.English as used in business; specif : the study and practice of composition with emphasis on correctness, propriety, spelling, punctuation, and the forms of business correspondence.
2.English as taught in non-English-speaking countries in courses that emphasiz its commercial rather than its cultural importance and that are normally designed to produce conversational fluency within a limited vocabulary.
Type of English Letter :
1.Inquiry
2.Sales letter
3.Reply Inquiry
4.Account Terms and Conditions
5.Letters of receipt
6.Acknowledgment letters
7.Placing an Order
8.Claim Letter
9.Cover Letter or Curiculum Vitae
Parts of a letter
The following are the parts of a business letter listed in the proper sequential order.
1. Letterhead - Stationary printed at the top of the page including the company name, logo, full address, and other elements such as trademark symbols, phone & fax numbers, and an e-mail.
2. Dateline - The date is the month (spelled out), day, and year. If you are using Microsoft Word, click - Insert, then Time and Date. Press Enterfour times after the date.
3. Letter Address - The complete address of the recipient of the letter. The letter address usually includes the personal title (Mr., Mrs. etc.), first and last name followed by the company name, street address, city, province, and postal code. Press Enter twice after letter address.
4. Salutation - The word Dear followed by the personal title and last name of the recipient (Dear Mr. Smith). Press Enter twice after the salutation.
5. Body - The text that makes up the message of the letter. Single-space the paragraphs and double-space between the paragraphs. PressEnter twice after the last paragraph.
6. Complimentary closing - A phrase used to end a letter. Capitalize only the first letter. If there is a colon after the salutation, there must be a comma after the complimentary close. Press Enter four times (or more) after the complimentary close to allow for a written signature.
7. Name and title of writer - Type the first and last name of the sender. The sender's personal title (Mr., Ms., Dr., etc) should be included. Use a comma to separate the job title if it's on the same line as the name. Do not use a comma if the job title is on a separate line. Press Enter twice after the name or title.
The Styles of Business Letters
The Styles of Business Letters (Layouts of Business Letters) have undergone changes over the period of time. In the old times, the style was followed strictly. But recently liberty has been given to the business people to follow their own styles. Although no room was allowed for deviation form the standard form an effective letter during old days, the letters written then was more effective. There are still many business houses which use the old layout. But things have become much easier and business people have taken liberty in their approach towards adopting the layout of their business letters.
1. Full Block Style
_____________________
_________________________________ (1)
_____________________
_____________________________________________________________________
________________ (2)
________________ (3)
__________________
__________________
__________________ (4)
__________________
______________________(5)
____________________ (6)
______________________________ (7)
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________ (8)
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
__________________ (9)
__________________ (10)
__________________ (11)
__________________ (12)
2. Block Style
_____________________
_________________________________ (1)
_____________________
______________________________________________________________________
________________ (2)
____________________ (3)
__________________
__________________ (4)
__________________
__________________
______________________(5)
____________________ (6)
______________________________ (7)
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________ (8)
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
___________________ (9)
___________________ (10)
3. Semi Block Style
______________________
_________________________________ (1)
______________________
_______________________________________________________________________
________________ (2)
___________________ (3)
__________________
__________________ (4)
__________________
__________________
______________________(5)
____________________ (6)
____________________________________ (7)
_______________________________________________________
_____________________________________________________________
_______________________________________________________
_____________________________________________________________ (8)
_______________________________________________________
_____________________________________________________________
___________________(9)
____________________(10)
Fully-Blocked Style, Modified Block Style and Simplified Style are widely used these days among the business houses. Fully-Indented Style, Semi-Indented Style and Hanging-Indented Style are not extensively used. But all can be used by all. There is no restriction in using one style over others. It is only you who should decide which should be the best for you to bring the desired results.
4. Simplified
___________________
________________________________ (1)
________________________
______________________________________________________________________
________________ (2)
________________ (3)
__________________
__________________ (4)
__________________
__________________
______________________(5)
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________ (6)
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________ (7)
5. Hanging Idented Style
______________________
_________________________________ (1)
______________________
_______________________________________________________________________
________________ (2)
___________________(3)
__________________
__________________
__________________ (4)
__________________
______________________(5)
___________________________ (6)
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________ (7)
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________
__________________ (8)
__________________ (9)
Usually, the business letters are written on the letter head of the company. In case you have to write your letter in a white paper, please write your address before you start writing your letter. There are few people who suggest writing the sender’s address just below the date. This is also acceptable. There is not strict rule to suggest what is best for you. Let your sense of business judgment rule.
Source :
http://www.merriam-webster.com/dictionary/business%20english
http://jujubandung.wordpress.com/2012/11/05/berbagai-macam-tipe-surat-bisnis-dalam-bahasa-inggris/
http://www.austinschools.org/campus/small/latest_news/keyboarding/directions/busletterParts.html
http://artadima.blogspot.com/2012/11/the-styles-of-business-letters-layouts.html
Rabu, 09 Oktober 2013
Jumat, 03 Mei 2013
MY LIFE START HERE
Nama saya M.Ressofi Kuswan, aku lahir di Bekasi tepatnya pada tanggal 19 November 1990. Aku anak bungsu dari 4 bersaudara, 2 kakak laki-laki dan 1 kakak perempuan. Ayahku bernama Sofwan Abdul Ghani, berasal dari kota Brebes. Dan ibuku bernama Kuswiyah, berasal dari kota Purwokerto. Kami tinggal sekarang di kota Bekasi, setelah sering pindah-pindah rumah sebelumnya di Jakarta.
Saat masih kecil aku sering diasuh oleh saudara ibu aku, karena ibu dan ayah saat itu sangatlah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mungkin karna aku jarang ketemu ibu saat aku masih balita, aku jarang mendapatkan asupan Asi dari ibu. Dan mulailah kebiasaan yang agak terbilang aneh, aku suka mengempeng jari jempol kananku. Tapi itu tidak berlangsung lama, aku tinggalkan kebiasaan itu saat duduk dibangku Sekolah Dasar.
Kata ibuku, aku terbilang anak yang paling lama didalam kandungan. Sebab kandungan yang biasanya itu tidaklah lebih dari 9 bulan. Tetapi aku memang terbilang cukup lama 13 bulan didalam kandungan seorang ibu. Ibuku sangatlah hebat, ia bisa menahan beratnya sebuah kandungan begitu lamanya. Jika dibawa kerumah sakit, mungkin ini akan dilakukan sikap siaga seperti disesar. Tetapi ibuku tidak ingin melakukan sesar, ia tetap berserah diri kepada Sang Ilahi Rabbi agar kandungan ini tetap normal walau lama sekali didalam perut seorang ibu. Dan alhamdulillah dengan karunia Allah, aku terlahir normal dengan wajah nan rupawan.
Saat berusia genap 6 tahun, aku memulai pendidikanku di SDN Pejuang I. Aku tidak memulainya dari Taman Kanak-Kanak. Karna mungkin saat itu dipikiran ibu aku, sama saja sekolah langsung SD atau tidak. Jadi ibu aku langsung memasukkan aku ke Sekolah Dasar. Setelah lulus dari Sekolah Dasar, aku melanjutkan pendidikanku di pondok pesantren. Tepatnya di Pondok Modern Darussalam Gontor yang bertempat di Kota Ponorogo.
Aku mengemban pendidikanku di pondok pesantren selama 6 tahun lamanya, dan ditambah dengan pengabdianku selama 1 tahun. Dalam genap 6 tahun aku belajar dipesantren Gontor 1, aku sempat dipindahkan menjadi kader ke pondok cabang yaitu Gontor 5 Darul Muttaqien yang bertepat di Kota Banyuwangi Jawa Timur. Dan pengabdianku ditempatkan pula di Gontor 5 Darul Muttaqien.
Keinginanku saat masih duduk dibangku SD adalah memang ingin meneruskan dipondok, karena sudah teriming-imingi oleh ayahku yang menjabarkan bagaimana kehidupan di pondok pesantren. Setelah lulus SD aku mendaftarkan diri dipondok Gontor 2 menjadi calon pelajar. Disana aku dididik dan ribuan calon pelajar lalu akan diseleksi siapa sajakah yang pantas meneruskan menjadi kelas 1 dipondok Gontor 1 atau cabangnya.
Akhirnya setelah lulus ujian seleksi, aku ditempatkan dipondok Gontor 1 yang tidak jauh dari pondok Gontor 2. Aku duduk dikelas 1D dan tinggal diasrama Gedung Baru Shigor yang mana 1 kamar ditempati kira-kira 40 santri. Disana aku dididik tentang kedisiplinan oleh para pengurus yang mana masih duduk dikelas 5 KMI(Kulliyyatul Muallimiinal Islamiyah).
Aku mendapatkan banyak teman dari berbagai macam kota hingga luar negeri. Dan seterusnya aku lulus ke kelas 2 dan sudah menjadi anak lama dipondok Gontor tersebut. Semakin lama tinggal dipondok aku semakin terbiasa dengan lingkungannya nan damai. Walau banyak peraturan tapi asal kita jalani saja, semua terasa seperti biasa saja tanpa ada beban didalam hati.
Aku dulu sempat merasakan hukuman yaitu dibotak kepalanya karena telah memalsukan tanda tangan saat ingin piket kelas. Berawal dari kemalasan aku yang memang tidak ingin membersihkan kelas dipagi hari. Peraturannya adalah membersihkan kelas dengan menyapu dan lain-lain lalu setelahnya harus absensi karna akan ketahuan kelas manakah yang belum disapu. Tetapi aku tidak menyapu malah hanya absen saja, dan ternyata bagian pengajaran yang dikelola oleh para ustadz mengecek kelas disemua gedung dan mendapatkan kelas aku yang kotor tetapi sudah tertanda tangani. Akhirnya saat kelas dimulai, Ustadz KMI sudah menunggu kedatangan aku dikelas dengan membawa gunting. Dan aku pun datang ke kelas, tanpa basa-basi rambut aku dipotong acak-acakan ditempat dan disuruh untuk membotakkannya ditukang cukur. Dan rambutku sudah botak tanpa sehelai sedikit pun lalu menutup dengan sebuah peci/kopyah.
Saat duduk dikelas 4 aku pernah kabur dari pondok lantaran bujukan seorang teman yang berpura-pura mengalami sakit dalam dan ingin berobat dirumah agar dapat diurusi oleh keluarga. Dimulai pada hari jumat pagi, saya, Muhtarom dan Dira teman dekat yang tinggal didaerah bekasi juga ingin keluar pondok dihari libur ini. Setelah mencoba ijin keluar pondok kami tidak diijini lantaran asalan yang tak jelas mungkin. Tetapi akhirnya kita bertiga tetap berangkat tanpa ijin oleh Pengasuhan Santri. Kami bertiga jalan-jalan ke telaga ngebel yang masih bertempat didaerah Ponorogo. Sesampainya disana kami bersenang-senang dengan berenang di tempat jalannya air ke telaga. Udara di telaga memanglah begitu sejuk dan dingin, setelahnya berenang kami pun makan siang.
Dan hari semakin sore, sudah saatnya kita harus pulang ke pondok. Tetapi kita kehabisan uang saku dimana hanya tertinggal 21ribu rupiah dan tidak cukup untuk tiga orang pulang kembali lagi kepondok. Akhirnya kami memutuskan untuk si Dira saja yang pulang dan esoknya harus kembali dengan meminjam uang yang banyak agar kami berdua yang masih tinggal ditelaga bisa ikut pulang juga ke pondok lagi. Kami berdua memegang uang 10ribu dan 11ribunya dibawa Dira pulang ke pondok. Hari semakin malam dan udara begitu mencengkrang hingga masuk ke tulung rusuk yang paling dalam. Setelah menunaikan salat isya berjamaah disalah satu masjid dekat telaga, saya hendak mencari makanan untuk makan malam kita berdua. Dan turunlah hujan rintik-rintik sehingga membasahi tubuhku yang sudah sangat kedinginan ini. Aku menemukan mie ayam yang dekat saat kami makan tadi siang, dengan menggenggam uang 10ribu aku pun bertanya kepada bapak-bapak yang berjualan. Kataku : “ Pak, mie ayam berapa harganya”, lalu bapaknya menjawab : “ 2 ribu rupiah le”.
Aku pun terkegut begitu murahnya harga mie ayam disini, sangatlah beda dengan harga mie ayam didaerah Jakarta dan sekitarnya. Memang harga dijawa begitu murah ketimbang harga-harga di Ibu kota yang begitu meninggi. Dengan muka yang begitu senang karna harga mie ayamnya murah aku pun langsung mengasih uangku, lalu tiba-tiba bapak penjualnya menggenggam bajuku yang basah dan berkata : “ Kamu tinggal dimana le?”, aku pun menjawab : “ Tinggal dimasjid seberang pak”. Dan kemudian bapak tersebut memperbolehkan aku tinggal diwarung rumahnya saja dan menyuruh aku memanggil teman aku si Muhtarom untuk datang ke tempat mie ayam tersebut.
Dengan rasa senang aku pun berjalan cepat menuju masjid dan memberitahukan Muhtarom untuk bermalam di warung bapak tersebut. Saat ingin beristirahat, kami dibekali 2 selimut setiap orangnya. Dan saat kita pakai 2 selimut tersebut, tetap saja dinginnya malam yang menyelimuti telaga begitu terasa walaupun kami berdua sudah memakai 2 selimut. Dan keesokan harinya kami dibangunkan untuk salat subuh, kami bangun jam 6 pagi tapi hari tetap saja masih gelap dan dingin saat kami ambil air wudlu. Aku tidak sanggup dengan dinginnya air disini tetapi mengapa warga disini biasa-biasa saja dengan kedinginan ini, mungkin karna mereka sudah terbiasa oleh lingkungan sekitar sini.
Dan akhirnya Dira pun datang kurang lebih jam 9 pagi, tetapi anehnya dia tidak membawa uang banyak lantaran belum dapat pinjaman banyak dari teman. Dengan terpaksanya kami pun nekat pulang dengan uang seadanya. Kami naik angkot dan tiba diterminal kami berjalan, kadang mengumpat saat kami melihat mobil pondok lewat. Dan kabar baiknya Muhtarom mempunyai satu kenalan di Ponorogo, akhirnya ia meminjam sepeda motor untuk memulangkan kita kembali ke pondok.
--- PAK SASTRO ---
Saat masih kecil aku sering diasuh oleh saudara ibu aku, karena ibu dan ayah saat itu sangatlah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mungkin karna aku jarang ketemu ibu saat aku masih balita, aku jarang mendapatkan asupan Asi dari ibu. Dan mulailah kebiasaan yang agak terbilang aneh, aku suka mengempeng jari jempol kananku. Tapi itu tidak berlangsung lama, aku tinggalkan kebiasaan itu saat duduk dibangku Sekolah Dasar.
Kata ibuku, aku terbilang anak yang paling lama didalam kandungan. Sebab kandungan yang biasanya itu tidaklah lebih dari 9 bulan. Tetapi aku memang terbilang cukup lama 13 bulan didalam kandungan seorang ibu. Ibuku sangatlah hebat, ia bisa menahan beratnya sebuah kandungan begitu lamanya. Jika dibawa kerumah sakit, mungkin ini akan dilakukan sikap siaga seperti disesar. Tetapi ibuku tidak ingin melakukan sesar, ia tetap berserah diri kepada Sang Ilahi Rabbi agar kandungan ini tetap normal walau lama sekali didalam perut seorang ibu. Dan alhamdulillah dengan karunia Allah, aku terlahir normal dengan wajah nan rupawan.
Saat berusia genap 6 tahun, aku memulai pendidikanku di SDN Pejuang I. Aku tidak memulainya dari Taman Kanak-Kanak. Karna mungkin saat itu dipikiran ibu aku, sama saja sekolah langsung SD atau tidak. Jadi ibu aku langsung memasukkan aku ke Sekolah Dasar. Setelah lulus dari Sekolah Dasar, aku melanjutkan pendidikanku di pondok pesantren. Tepatnya di Pondok Modern Darussalam Gontor yang bertempat di Kota Ponorogo.
Aku mengemban pendidikanku di pondok pesantren selama 6 tahun lamanya, dan ditambah dengan pengabdianku selama 1 tahun. Dalam genap 6 tahun aku belajar dipesantren Gontor 1, aku sempat dipindahkan menjadi kader ke pondok cabang yaitu Gontor 5 Darul Muttaqien yang bertepat di Kota Banyuwangi Jawa Timur. Dan pengabdianku ditempatkan pula di Gontor 5 Darul Muttaqien.
Keinginanku saat masih duduk dibangku SD adalah memang ingin meneruskan dipondok, karena sudah teriming-imingi oleh ayahku yang menjabarkan bagaimana kehidupan di pondok pesantren. Setelah lulus SD aku mendaftarkan diri dipondok Gontor 2 menjadi calon pelajar. Disana aku dididik dan ribuan calon pelajar lalu akan diseleksi siapa sajakah yang pantas meneruskan menjadi kelas 1 dipondok Gontor 1 atau cabangnya.
Akhirnya setelah lulus ujian seleksi, aku ditempatkan dipondok Gontor 1 yang tidak jauh dari pondok Gontor 2. Aku duduk dikelas 1D dan tinggal diasrama Gedung Baru Shigor yang mana 1 kamar ditempati kira-kira 40 santri. Disana aku dididik tentang kedisiplinan oleh para pengurus yang mana masih duduk dikelas 5 KMI(Kulliyyatul Muallimiinal Islamiyah).
Aku mendapatkan banyak teman dari berbagai macam kota hingga luar negeri. Dan seterusnya aku lulus ke kelas 2 dan sudah menjadi anak lama dipondok Gontor tersebut. Semakin lama tinggal dipondok aku semakin terbiasa dengan lingkungannya nan damai. Walau banyak peraturan tapi asal kita jalani saja, semua terasa seperti biasa saja tanpa ada beban didalam hati.
Aku dulu sempat merasakan hukuman yaitu dibotak kepalanya karena telah memalsukan tanda tangan saat ingin piket kelas. Berawal dari kemalasan aku yang memang tidak ingin membersihkan kelas dipagi hari. Peraturannya adalah membersihkan kelas dengan menyapu dan lain-lain lalu setelahnya harus absensi karna akan ketahuan kelas manakah yang belum disapu. Tetapi aku tidak menyapu malah hanya absen saja, dan ternyata bagian pengajaran yang dikelola oleh para ustadz mengecek kelas disemua gedung dan mendapatkan kelas aku yang kotor tetapi sudah tertanda tangani. Akhirnya saat kelas dimulai, Ustadz KMI sudah menunggu kedatangan aku dikelas dengan membawa gunting. Dan aku pun datang ke kelas, tanpa basa-basi rambut aku dipotong acak-acakan ditempat dan disuruh untuk membotakkannya ditukang cukur. Dan rambutku sudah botak tanpa sehelai sedikit pun lalu menutup dengan sebuah peci/kopyah.
Saat duduk dikelas 4 aku pernah kabur dari pondok lantaran bujukan seorang teman yang berpura-pura mengalami sakit dalam dan ingin berobat dirumah agar dapat diurusi oleh keluarga. Dimulai pada hari jumat pagi, saya, Muhtarom dan Dira teman dekat yang tinggal didaerah bekasi juga ingin keluar pondok dihari libur ini. Setelah mencoba ijin keluar pondok kami tidak diijini lantaran asalan yang tak jelas mungkin. Tetapi akhirnya kita bertiga tetap berangkat tanpa ijin oleh Pengasuhan Santri. Kami bertiga jalan-jalan ke telaga ngebel yang masih bertempat didaerah Ponorogo. Sesampainya disana kami bersenang-senang dengan berenang di tempat jalannya air ke telaga. Udara di telaga memanglah begitu sejuk dan dingin, setelahnya berenang kami pun makan siang.
Dan hari semakin sore, sudah saatnya kita harus pulang ke pondok. Tetapi kita kehabisan uang saku dimana hanya tertinggal 21ribu rupiah dan tidak cukup untuk tiga orang pulang kembali lagi kepondok. Akhirnya kami memutuskan untuk si Dira saja yang pulang dan esoknya harus kembali dengan meminjam uang yang banyak agar kami berdua yang masih tinggal ditelaga bisa ikut pulang juga ke pondok lagi. Kami berdua memegang uang 10ribu dan 11ribunya dibawa Dira pulang ke pondok. Hari semakin malam dan udara begitu mencengkrang hingga masuk ke tulung rusuk yang paling dalam. Setelah menunaikan salat isya berjamaah disalah satu masjid dekat telaga, saya hendak mencari makanan untuk makan malam kita berdua. Dan turunlah hujan rintik-rintik sehingga membasahi tubuhku yang sudah sangat kedinginan ini. Aku menemukan mie ayam yang dekat saat kami makan tadi siang, dengan menggenggam uang 10ribu aku pun bertanya kepada bapak-bapak yang berjualan. Kataku : “ Pak, mie ayam berapa harganya”, lalu bapaknya menjawab : “ 2 ribu rupiah le”.
Aku pun terkegut begitu murahnya harga mie ayam disini, sangatlah beda dengan harga mie ayam didaerah Jakarta dan sekitarnya. Memang harga dijawa begitu murah ketimbang harga-harga di Ibu kota yang begitu meninggi. Dengan muka yang begitu senang karna harga mie ayamnya murah aku pun langsung mengasih uangku, lalu tiba-tiba bapak penjualnya menggenggam bajuku yang basah dan berkata : “ Kamu tinggal dimana le?”, aku pun menjawab : “ Tinggal dimasjid seberang pak”. Dan kemudian bapak tersebut memperbolehkan aku tinggal diwarung rumahnya saja dan menyuruh aku memanggil teman aku si Muhtarom untuk datang ke tempat mie ayam tersebut.
Dengan rasa senang aku pun berjalan cepat menuju masjid dan memberitahukan Muhtarom untuk bermalam di warung bapak tersebut. Saat ingin beristirahat, kami dibekali 2 selimut setiap orangnya. Dan saat kita pakai 2 selimut tersebut, tetap saja dinginnya malam yang menyelimuti telaga begitu terasa walaupun kami berdua sudah memakai 2 selimut. Dan keesokan harinya kami dibangunkan untuk salat subuh, kami bangun jam 6 pagi tapi hari tetap saja masih gelap dan dingin saat kami ambil air wudlu. Aku tidak sanggup dengan dinginnya air disini tetapi mengapa warga disini biasa-biasa saja dengan kedinginan ini, mungkin karna mereka sudah terbiasa oleh lingkungan sekitar sini.
Dan akhirnya Dira pun datang kurang lebih jam 9 pagi, tetapi anehnya dia tidak membawa uang banyak lantaran belum dapat pinjaman banyak dari teman. Dengan terpaksanya kami pun nekat pulang dengan uang seadanya. Kami naik angkot dan tiba diterminal kami berjalan, kadang mengumpat saat kami melihat mobil pondok lewat. Dan kabar baiknya Muhtarom mempunyai satu kenalan di Ponorogo, akhirnya ia meminjam sepeda motor untuk memulangkan kita kembali ke pondok.
--- PAK SASTRO ---
Minggu, 06 Januari 2013
Penyakit Rematik
Penyakit rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian dan anggota gerak terutama tulang, sendi, otot, dan tulang belakang yang menimbulkan rasa nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal (sendi, tulang, jaringan ikat dan otot). Penyakit rematik ini sering disebut dengan istilah arthritis, meski tidak berbahaya tetapi jika seseorang terserang rematik maka akan menjadi sangat terganggu karena rasa nyerinya yang dapat menyerang persendian mulai dari bagian kepala hingga sendi-sendi pada bagian kaki sehingga akan membatasi aktivitas bagi penderita rematik.
salah satu penyebabnya adalah masalah kekebalan tubuh yang berbalik menyerang jaringan persendian. Hal ini mengakibatkan tulang rawan di sekitar sendi menipis dan membentuk tulang baru. Pada saat tubuh digerakkan, tulang-tulang di persendian bersinggungan sehingga memicu rasa nyeri.Rematik, hakikatnya manifestasi dari penyakit mental seperti depresi, stres, dan sebagainya. Dalam kondisi mental terganggu, otot tubuh mengalami gangguan dan ketegangan. Bila berlangsung secara terus menerus akan berakibat terbentuknya serat-serat jaringan di antara serat-serat otot. Darah yang alirannya kurang lancarpun dapat memicu terjadinya rematik, karena fungsi sebagian darah yang mengangkut sisa-sisa makanan dan kotoran tubuh menjadi berdesak-desakan sehingga menjadi kekurangan oksigen. Zat-zat polutan yang tersebar melalui udara juga dapat mengakibatkan rematik.
Keterangan : Menggunakan Metode Definisi pada paragraf 1 dan Metode Sebab-Akibat pada paragraf 2
salah satu penyebabnya adalah masalah kekebalan tubuh yang berbalik menyerang jaringan persendian. Hal ini mengakibatkan tulang rawan di sekitar sendi menipis dan membentuk tulang baru. Pada saat tubuh digerakkan, tulang-tulang di persendian bersinggungan sehingga memicu rasa nyeri.Rematik, hakikatnya manifestasi dari penyakit mental seperti depresi, stres, dan sebagainya. Dalam kondisi mental terganggu, otot tubuh mengalami gangguan dan ketegangan. Bila berlangsung secara terus menerus akan berakibat terbentuknya serat-serat jaringan di antara serat-serat otot. Darah yang alirannya kurang lancarpun dapat memicu terjadinya rematik, karena fungsi sebagian darah yang mengangkut sisa-sisa makanan dan kotoran tubuh menjadi berdesak-desakan sehingga menjadi kekurangan oksigen. Zat-zat polutan yang tersebar melalui udara juga dapat mengakibatkan rematik.
Keterangan : Menggunakan Metode Definisi pada paragraf 1 dan Metode Sebab-Akibat pada paragraf 2
Sabtu, 05 Januari 2013
Obrolan
Banyak obrolan yang terjadi diantara laki-laki diantaranya tentang hobi, perjalanan, survival, teman dan yang mungkin paling menarik adalah tentang wanita (hehe red edited).
sebaik-baiknya obrolan adalah obrolan yang memberikan kita pengetahuan, informasi terkini tentang segala sesuatu.
ketika memulai obrolan terkadang kita sulit menghentikannya, tapi terkadang belum ada lima menit obrolanya sudah terasa membosankan, maka memilih topik obrolan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Dengan memilih topik obrolan yang tepat maka akan tercerminkan kepribadian kita terhadap lawan bicara kita.
selalu perhatikan etiket dalam mengobrol apalagi terhadap orang yang lebih tua dari kita, bersuaralah yang jelas dan lihatlah selalu mata dan mulut lawan bicara kita, ada beberapa orang yang apabila berbicara matanya melihat ke tempat lain, itu merupakan hal yang tidak terpuji, seakan-akan tidak menghagai lawan bicara kita.
candaan atau guyonan merupakan hal yang biasa dalam obrolan, kiranya agar dijaga supaya tidak menyinggung perasaan lawan bicara kita.
selamat mengobrol :)
sebaik-baiknya obrolan adalah obrolan yang memberikan kita pengetahuan, informasi terkini tentang segala sesuatu.
ketika memulai obrolan terkadang kita sulit menghentikannya, tapi terkadang belum ada lima menit obrolanya sudah terasa membosankan, maka memilih topik obrolan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Dengan memilih topik obrolan yang tepat maka akan tercerminkan kepribadian kita terhadap lawan bicara kita.
selalu perhatikan etiket dalam mengobrol apalagi terhadap orang yang lebih tua dari kita, bersuaralah yang jelas dan lihatlah selalu mata dan mulut lawan bicara kita, ada beberapa orang yang apabila berbicara matanya melihat ke tempat lain, itu merupakan hal yang tidak terpuji, seakan-akan tidak menghagai lawan bicara kita.
candaan atau guyonan merupakan hal yang biasa dalam obrolan, kiranya agar dijaga supaya tidak menyinggung perasaan lawan bicara kita.
selamat mengobrol :)
Doa bersama Ust.Yusuf Mansyur
Semoga doa ini yang saya posting dapat membantu anda.Amin
Aku tahu ya Rabb, rizkiku tak mungkin diambil orang lain, maka hatiku tenang. Amal-amalku tak mungkin diambil orang, maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu Allah senantiasa melihatku, maka aku malu bila Allah mendapatkanku sedang maksiat. Aku tahu bahwa kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku, maka aku munajat kepada-Mu, khusnul khatimahkan diakhir hayatku. Amin.
Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah, serta segerakanlah dengan perasaan belas kasihan. Amin.
Mari bersama merengkuh penyucian jiwa dan raga dengan bangun malam. Tidak melewatkan waktu kecuali dengan solat, dzikir dan munajat, mohon kepada sang khaliq dengan khusyu dan tawaddu. Sesungguhnya Allah dekat dengan kita. Amin.
Aku tahu ya Rabb, rizkiku tak mungkin diambil orang lain, maka hatiku tenang. Amal-amalku tak mungkin diambil orang, maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu Allah senantiasa melihatku, maka aku malu bila Allah mendapatkanku sedang maksiat. Aku tahu bahwa kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku, maka aku munajat kepada-Mu, khusnul khatimahkan diakhir hayatku. Amin.
Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu agar mensucikan hati-hati kami dari kotoran dengki dan iri hati, kecenderungan kepada keburukan dan nista, penyakit dendam dan benci, serta tanamkanlah rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hati kami, penuhilah dengan kebaikan dan anugrah, serta segerakanlah dengan perasaan belas kasihan. Amin.
Mari bersama merengkuh penyucian jiwa dan raga dengan bangun malam. Tidak melewatkan waktu kecuali dengan solat, dzikir dan munajat, mohon kepada sang khaliq dengan khusyu dan tawaddu. Sesungguhnya Allah dekat dengan kita. Amin.
Faedah musik bagi anak dan orang tua
Bagi Anak
Tak heran jika anak yang terbiasa mendengarkan music akan memiliki kepekaan pendengaran yang maksimal. Untuk memaksimalkan seluruh potensi anak, usia ideal mulai belakar music adalah antara 3 -6 tahun. Usia ini merupakan masa terbaik dalam perkembangan pendengaran. Usia 8 – 9 tahun otak kanan dan kiri akan terhubung dan mengalami penebalan pada penghubung otak kanan dan kiri. Melalui metode Timely Education anak akan diberi pengetahuan music sesuai dengan perkembangan usia dan karakternya.
Bagi Orang Tua
Dalam buku sebuah penelitian menggungkapkan bahwa Musik Jazz dipercayakan dapat meningkatkan Mood ketika sedang belajar. Sementara menurut Dr. Leigh Riby dan George Caldwell music berirama menghentak seperti music rock dapat meningkatkan produktivitas ketika sedang bekerja. Irama yang dihasilkan dari jenis music ini dipercaya akan meningkatkan gairah tersendiri di otak, penelitian di Jepang mengungkapkan ibu-ibu senang menggebuk drum untuk meluapkan rasa stresnya gitar pun menjadi alat music favorit pengusir stres.
Tak heran jika anak yang terbiasa mendengarkan music akan memiliki kepekaan pendengaran yang maksimal. Untuk memaksimalkan seluruh potensi anak, usia ideal mulai belakar music adalah antara 3 -6 tahun. Usia ini merupakan masa terbaik dalam perkembangan pendengaran. Usia 8 – 9 tahun otak kanan dan kiri akan terhubung dan mengalami penebalan pada penghubung otak kanan dan kiri. Melalui metode Timely Education anak akan diberi pengetahuan music sesuai dengan perkembangan usia dan karakternya.
Bagi Orang Tua
Dalam buku sebuah penelitian menggungkapkan bahwa Musik Jazz dipercayakan dapat meningkatkan Mood ketika sedang belajar. Sementara menurut Dr. Leigh Riby dan George Caldwell music berirama menghentak seperti music rock dapat meningkatkan produktivitas ketika sedang bekerja. Irama yang dihasilkan dari jenis music ini dipercaya akan meningkatkan gairah tersendiri di otak, penelitian di Jepang mengungkapkan ibu-ibu senang menggebuk drum untuk meluapkan rasa stresnya gitar pun menjadi alat music favorit pengusir stres.
Jadilah seperti air yang mengalir
Pepatah mengatakan, tanaman padi saat berubah semaikn berisi bulir padinya maka padi itu akan semakin menunduk. seorang manusia yang bertaqwa kepada allah, semakin tinggi ketakwaannya makan semakin mulia pula akhlak yang dimilikinya. semakin rendah dirasakannya dirinya di hadapan allah, dia merendahkan diri di hadapan manusia dalam hal dunia, tapi bagi allah sendiri bagi hambanya yang demikian maka semakin tinggi derajatnya di sisi-nya. kemuliaan seorang hamba tampak dari kesehariannya. di dunia, dia senantiasa merendah akan pujian yang ditujukan kepadanya meski dia memang pantas untuk mendapatkan pujian tersebut.
mengalirlah seperti air, air dimanapun berada, dia selalu mencari tempat yang tinggi, tapi kapanpun dan dimanapun keberadaannya dia sangat dibutuhkan. demikianlah gambaran akan hamba yang bertaqwa pada allah, tuhan semesta alam.
mengalirlah seperti air, air dimanapun berada, dia selalu mencari tempat yang tinggi, tapi kapanpun dan dimanapun keberadaannya dia sangat dibutuhkan. demikianlah gambaran akan hamba yang bertaqwa pada allah, tuhan semesta alam.
Langganan:
Postingan (Atom)